Tuan Rumah Tidak Tenang

SURABAYA,OkeZone – Persebaya 1927 mulai dikhawatirkan kondisi pemainnya di turnamen Battle of The Fantastic Four. Cedera angkle yang menimpa Andik Vermansyah dan kiper Endra Prasetya menjadi jawaban minimnya persiapan yang dilakukan sebelum turnamen.

Asisten Pelatih Persebaya 1927 Ibnu Grahan mengakui risiko cedera menjadi kekhawatiran utama walau timnya telah menunjukkan semangat juang tinggi. Hingga kemarin ia masih memantau kondisi pemain yang sempat mendapat gangguan kebugaran di laga perdana.

Jika memang belum pulih benar, Ibnu tak akan berani memaksakan pemain turun di turnamen yang disebutnya ‘latihan fisik’ ini. “Bertanding dua hari sekali memang sangat berat. Apalagi pemain tampil ngotot dan tak ingin mengecewakan supporter. Risikonya memang cedera,” demikian Ibnu Grahan.

Seandainya Andik Vermansyah tak bisa tampil, maka hiburan di Gelora 10 November dipastikan bakal hilang. Andik menjadi aktor utama yang menghibur ribuan Bonekmania dengan aksi individunya, walau tak berhasil menciptakan gol.

Jika dia harus diparkir, maka Nico Susanto bisa menjadi ganjal yang bakal diduetkan dengan Made Wirahadi. Merekam penampilan Bajul Ijo sebelumnya, permanan lumayan rancak dan bisa dinikmati. Hanya saja kondisi stamina pemain tak bisa dibohongi.

Gencar di awal laga, selanjutnya Erol Iba dkk kehabisan energi di babak kedua. Itu sangat jelas berimbas pada konsentrasi dan ketenangan, terutama dalam pemanfaatan peluang. Ibnu Grahan berharap pemain bisa mengatur stamina di pertandingan kedua nanti malam.

“Kita coba mengatur ritme agar tidak kehabisan stamina seperti di pertandingan pertama. Soal formasi, saya masih akan berkonsultasi dengan Aji Santoso yang masih di Jakarta. Intinya kami tetap tak akan memaksaka diri,” ujar mantan pemain Persebaya tersebut.

Dari kubu seberang, Persibo Bojonegoro masih berupaya menemukan permainan terbaiknya setelah dikalahkan Persema 2-1. Formasi yang ditutunkan pelatih Sartono Anwar terbukti tak sepenuhnya efektif karena sebatas menguasai laga tanpa bisa menemukan jala.

Kelemahan paling mencolok adalah sering menganggurnya duet penyerang Samsul Arif dan Dicky Firasat. Minimnya suplai bola dari lapangan tengah maupun sayap membuat keduanya harus sering turun jauh ke belakang menjemput bola.

“Pemain yang diturunkan jelas tak sama. Saya ingin meihat bagaimana permainan pemain muda dan ini kesempatan yang bagus. Kami memang memanfaatkan turnamen ini untuk seleksi, jadi menang bukan tujuan utama. Permainan di pertandingan pertama lalu sudah lumayan,” tutur Pelatih Persibo Sartono Anwar.

Sama-sama kalah di pertandingan awal, laga nanti malam menjadi kesempatan bagi kedua tim jika ingin mendapatkan posisi bagus di turnamen. Siapa saja yang kalah, maka dipastikan bakal menyandang status penggembira di turnamen pra musim yang sejatinya tak layak disebut ‘fantastic’.
(Kukuh Setiawan/Koran SI/edo)

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*