Terancam Tak Sah, FIFA Tolak Peraturan Organisasi PSSI

PEKANBARU, (PRLM).- Meskipun Sekjen PSSI Nugraha Besoes telah memastikan FIFA takkan mempermasalahkan Peraturan Organisasi (PO) yang digunakan pada saat Kongres PSSI 2011 memilih Komite Pemilihan dan Komite Banding, suara bahwa FIFA menyatakan penolakan semakin santer tersebar di antara peserta kongres di Pekanbaru.

Konsekuensinya, jika FIFA melayangkan penolakan, dengan demikian hasil kongres di Pekanbaru juga akan ditolak oleh FIFA.

Sebelumnya pada saat acara makan malam, Jumat di Hotel Ayaduta, Nugraha Besoes menegaskan, PO Kongres PSSI yang dilaporkan kepada FIFA tak dipermasalahkan. “Artinya kita boleh menggunakannya karena FIFA tidak memberikan catatan khusus,” katanya.

Sebaliknya di kalangan peserta kongres beredar data dari Direktur Hukum Liga Primer Indonesia (LPI) yang menyatakan FIFA menolak aturan yang tercantum pada PO yang diusulkan PSSI. PO itu berbunyi bahwa pemilih dengan hak suara harus satu, yani Ketua atau Sekretaris baik Pengprov atau klub. Jika hal itu tak terpenuhi, otomatis suara digugurkan.

Bagi FIFA aturan itu ditolak, sebaliknya FIFA menetapkan, PO tetap harus mengacu pada FIFA Electoral Code.

Sejauh ini PSSI melakukan beberapa perubahan dari standar Electoral Code versi FIFA yang oleh Nugraha Besoes disebut-sebut sebagai implementasi, yakni perubahan yang disesuaikan dengan kondisi di asosiasi negara masing-masing.

Persoalannya, ketika PSSI melakukan perubahan dengan dalih implementsi tersebut, langkah awal berupa persetujuan 2/3 pengurus harus lebih dulu dipenuhi. (A-26).***

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*