Siapa Aktor Intelektual 'Kalahkan' Persebaya?


Surabaya (beritajatim.com) – Kekalahan Persebaya atas tuan rumah Persepar Palangkaraya dengan skor tipis 2-3, Rabu (11/9/2013) kemarin, masih menyisakan cerita janggal. Ditengarai ada aktor intelektual yang ‘menyutradarai’ kejadian di Stadion Tuah Pahoe.

Persebaya yang sempat unggul 2-1 oleh gol Andik Vermansyah dan Han Jiho, akhirnya dipaksa kalah 2-3 setelah Persepar mendapat dua penalti dari wasit Abdul Malik asal Samarinda. Meski sama-sama kontroversial, namun penalti kedua lah yang bisa dibilang ‘ajaib’.

Sebab, saat itu lapangan sudah gelap. Pertandingan pun sudah memasuki menit ke-110. Namun wasit tak kunjung meniup pluit panjang. Hingga akhirnya salah satu pemain Persepar melakukan aksi yang dianggap diving oleh kubu Persebaya.

Wasit Malik langsung menunjuk titik putih. Usai penalti Antonio Teles yang gagal diselamatkan kiper Dimas Galih, pluit panjang akhirnya ditiup. “Kalau tidak ada diving, tidak penalti, ya tak selesai itu pertandingan,” aku manajer Saleh Hanifah.

Berbagai kejanggalan di Palangkaraya menyulut dugaan adanya aktor intelektual dibalik kekalahan Persebaya atas tuan rumah Persepar. “Saya tidak mau beradai. Yang mengondinsikan sedemikian rupa itu sangat memalukan dan mengcoreng fair play,” kecam Saleh.

Lucunya, setelah pertandingan, para pemain Persepar justru mendatangi Saleh dan meminta maaf atas kejadian dan kejanggalan di lapangan. “Maaf ya, Pak. Sabar ya, Pak,” kata Saleh menirukan salah satu ucapan pemain Persepar.

Bos klub internal Indonesia Muda ini menyayangkan mengapa masih ada hal negatif di sepakbola di Indonesia. “Di Surabaya, kami tidak pernah mengondisikan perangkat pertantingan untuk mengatur agar Persebaya menang,” sebut Saleh.[sya/ted]

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*