Saleh Manajeri Persebaya IPL

SURABAYA,Jawa Pos – Gede Widiade sempat mengajukan syarat jika dirinya harus kembali menjadi CEO Persebaya. Yakni, dia ingin struktur pengelolaan tim berjuluk Green Force itu sudah diisi arekarek Suroboyo sendiri. Nah, keinginan tersebut mulai terwujud dengan Saleh Hanifah menjadi manajer Persebaya.

”Saya tahu kondisi keuangan ini tidak stabil. Tapi, rasa cinta yang tinggi bagi tim ini memaksa saya harus kembali mengabdi. Dengan sisa kekuatan yang ada, kami akan berusaha membuat tim ini bangkit lagi,” tegas Saleh kepada Jawa Pos kemarin (21/2).

Sebagaimana diketahui, sebelum menerima tawaran jadi CEO Persebaya, Gede memberikan tiga opsi penting kepada konsorsium PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS). Salah satunya, pengelolaan Persebaya harus dikendalikan langsung orang Surabaya sendiri.

Nah, bagi Saleh, ini adalah pengalaman keduanya mengemban posisi sebagai manajer Green Force. Pasalnya, musim lalu pemilik Indonesia Muda (IM), salah satu klub internal Pengcab PSSI Surabaya, itu juga menjabat dalam struktur manajemen Persebaya. Saleh pun berharap semua elemen kompak mendukung Persebaya. ”Termasuk para pemain. Mereka harus bisa menunjukkan kualitas permainan mereka yang menghibur dan menjual dalam setiap pertandingan. Sebab, hanya dengan itu penonton mau datang ke lapangan untuk memberikan dukungan,” tutur pria berkacamata tersebut.

Saleh berharap Mat Halil dan kawan-kawan bisa membuktikan target manajemen dalam pertandingan melawan Bontang FC pada laga Indonesian Premier League (IPL) di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Minggu lusa (24/2). ”Selain bermain menghibur, mereka harus
berusaha memenangi laga tersebut,” tandasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Pertandingan H Farid mengatakan, sejatinya pertandingan melawan Bontang FC berlangsung di Stadion Gelora Bangkalan, Madura. Penyebabnya, biaya sewa yang dikeluarkan panpel untuk laga di Surabaya sangat tinggi.

”Kami mengajukan tiga stadion untuk menjadi home base Perseba ya. Salah satunya Gelora Bangkalan. Namun, karena ada masalah
teknis, pertandingan kali ini tetap di Gelora Bung Tomo,” jelas Farid. (dik/c9/bas)

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*