Ribuan Bonek Nyalakan 1927 Lilin di Tugu Pahlawan

JPNN-SURABAYA – Ribuan bonek yang mendukung keberadaan Persebaya 1927 tumplek blek di Tugu Pahlawan Surabaya tadi malam. Para suporter yang berhati nurani menunjukkan kesetiaan mereka dengan menyalakan lilin sebanyak 1927 sebagai simbol perjuangan bonek menyelamatkan tim kesayangannya dari penzaliman terstruktur di pentas sepak bola nasional.

Meski masa bonek yang datang dalam jumlah ribuan, salah satu koordinator bonek Andie Kristanto mengatakan bahwa itu hanya gerakan kecil.

“Bagi kami, ini hanya senam-senam revolusi yang hanya melibatkan segelintir suporter. Langkah ini sengaja kami lakukan untuk mengingatkan kembali warga Surabaya bahwa ada upaya sistematis penghapusan paksa sejarah panjang Persebaya,” ujar pria yang akrab disapa dengan Andie Peci itu.

Menurut dia, aksi itu dibilang kecil karena tidak melibatkan seluruh masa mereka yang tersebar di seluruh daerah. Apalagi, sebelumnya mereka juga tidak melakukan organisasi suporter secara besar-besaran dan sistematis di setiap sektor, melainkan hanya pemberitahuan singkat lewat media sosial seperti twitter dan facebook.

“Tidak hanya dari Surabaya dan sekitarnya saja, tapi juga dari Gresik, Sidoarjo, Mojokerto dan Bojonegoro juga hadir. Mereka dulur-dulur kami yang punya nurani dan rasa tanggung jawab serta mengetahui persis sejarah Persebaya ini,” jelas pria yang pernah dibacok oleh orang tak dikenal setelah menggelar aksi peduli Persebaya April lalu itu.

Dari pantauan Jawa Pos, ribuan bonek yang sedang memperjuangkan hak dan status tim Persebaya yang berkompetisi di Indonesia Premier League (IPL) tersebut, mulai berkumpul di depan Tugu Pahlawan Surabaya itu sejak pukul 18.00.

Suporter sepak bola paling tua di tanah air ini tidak hanya datang dengan menggunakan syal dan atribut suporter, tapi juga membekali diri mereka masing-masing dengan lilin yang secara serempak dinyalakan tepat pada pukul 19.27 WIB.

“Itu adalah bentuk loyakitas kami kepada tim ini,” jelas Oka Gundul Eka, bonek independen yang menjelaskan tentang lilin-lilin yang secara sukarela dikumpulkan oleh para bonek itu.

“Ini adalah bentuk aksi kami untuk menyinari hati para elit PSSI yang sedang digelapkan oleh kepentingan kelompok tertentu. Satu lilin memang kurang terang tapi kalau ribuan lilin yang menyala seperti itu pasti akan memiliki makna tersendiri,” jelasnya sambil menunjuk ke arah kawan-kawanya yang sedang menyalakan lilin.

Dalam aksi tersebut, ribuan bonek tidak hanya menyalakan lilin, tapi juga melakukan pentas seni seperti pembacaan puisi perlawanan terhadap PSSI yang dibacakan oleh Dadang dari elemen Bonek Liar Community (BLC), serta teater dengan tema penzaliman PSSI kepada Persebaya.

Sebagaimana diketahui, hati para bonek sedang gelisah dan marah kepada PSSI. Itu terkait dengan sikap arogansi otoritas tertinggi sepak bola Indonesia itu yang dengan sengaja mencoret status keanggotaan tim kebanggaan arek-arek Suroboyo ini dari PSSI. Akibatnya, tim yang telah berdiri sejak 1927 silam itu terancam hilang dari kompetisi sepak bola Indonesia. (dik/ko)

Gerakan Bonek Untuk Persebaya 1927

31 Januari : Duduki mes Persebaya dengan tuntutan “Hentikan Konflik Antara PT. Persebaya Indonesia dengan PT. Pengelola Persebaya Indonesia”

1 Februari : Aksi damai di depan gedung Grahadi dengan tuntutan “Tritura Bonek”

9 Februari : Aksi damai di depan Gedung Grahadi dan hotel Inna Simpang tempat diskusi “Selamatkan Persebaya” yang diadakan oleh Jawa Pos.

Pertengahan April: Menuntut wali kota Surabaya mengeluarkan surat keputusan tentang Persebaya yang berkompetisi di Indonesian Premier League (IPL) sebagai Persebaya yang sah. Buntut dari aksi ini, Andie Peci salah satu koordinator bonek dibacok oleh orang tak dikenal.

11 Oktober : Menyalakan 1927 lilin di Tugu Pahlawan Surabaya sebagai pentuk perlawanan atas penzaliman yang dilakukan oleh PSSI kepada Persebaya.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*