Polisi Larang Laga Solo FC Lawan Persebaya 1927 di Manahan

TEMPO Interaktif, Surakarta – Kepolisian Resor Kota Surakarta melarang penyelenggaraan pertandingan Liga Primer Indonesia antara tuan rumah Solo FC melawan Persebaya 1927. Pertandingan sedianya akan dilangsungkan di Stadion Manahan, Solo pada 8 Mei mendatang.

Kepala Kepolisian Resor Kota Surakarta Ajun Komisaris Besar Listyo Sigit Prabowo mengatakan ada permintaan dari tokoh masyarakat untuk tidak memberikan izin penyelenggaraan. “Tokoh masyarakat meminta partai Solo FC lawan Persebaya 1927 tidak dimainkan di Solo dan dipindah ke tempat lainnya,” ujarnya kepada Tempo, Kamis, 28 April 2011 sore.

Alasannya, partai tersebut berpotensi menimbulkan kerawanan dan gangguan keamanan. Mengingat ada sejarah buruk antara suporter asal Surabaya dengan masyarakat Surakarta. Misalnya pada pertengahan Januari tahun lalu, tatkala terjadi bentrok besar-besaran antara suporter Persebaya Surabaya dengan masyarakat Surakarta, terutama di sekitar Stasiun Purwosari dan Jebres.

Listyo mengatakan masyarakat dan kepolisian tidak ingin kejadian di atas terulang kembali, sehingga izin yang diajukan panitia penyelenggara ditolak. Dalam surat penolakan juga disebutkan bahwa alternatif tempat pertandingan diminta diluar wilayah Kepolisian Daerah Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Polda Metro Jaya, dan Polda Jawa Barat. “Sebab situasinya sama rawannya,” dia menambahkan.

Dia membantah jika dikatakan menghalangi penyelenggaraan sepak bola di Surakarta. Sebab ketika sejak awal sudah diketahui bakal ada potensi gangguan keamanan, “Maka lebih baik tidak dilakukan (pertandingan),” terangnya. Jika memang situasi mendukung, pihaknya menyambut baik setiap penyelenggaraan olahraga, tidak hanya sepak bola, di Surakarta.

Direktur Operasional Solo FC Abraham mengaku sudah mendapat pemberitahuan dari Polresta Surakarta. Setelah rapat manajemen dan pengurus, diputuskan untuk menyerahkan persoalan lokasi pertandingan ke Liga Primer Indonesia. “Kami sudah mengirim surat ke LPI. Intinya meminta mereka yang menentukan tempat pertandingan,” ujarnya.

Pihaknya siap bermain dimana saja, asalkan stadion memenuhi syarat dan panitia pelaksana setempat sanggup menyelenggarakan dengan baik.

Manajer Tim Solo FC Totok Supriyanto menyayangkan penolakan di atas. Menurutnya, bertanding kandang di luar Stadion Manahan Solo akan mempengaruhi mental pemain. “Jika bermain di Manahan, semangat pemain bisa terpompa karena dukungan penonton,” katanya.

UKKY PRIMARTANTYO

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*