Persebaya Didirikan oleh Klub, Bukan Perorangan

Radar Surabaya-Hari ini, 18 JUNI 2011 Persebaya genap berusia 84 tahun. Pada 18 Juni 1927 Persebaya didirikan. Informasi yang dimiliki pecinta Persebaya dari buku maupun sumber-sumber lainnya menyebutkan Persebaya didirikan Paijo dan M Pamoedji dengan nama Soerabhaiasche Indonesische Voetbal Bond (SIVB).
Benarkah Paijo dan M Pamoedji pendiri Persebaya? Bagaimana kisah berdirinya SIVB, cikal bakal Persebaya. SIVB didirikan untuk ‘menandingi’ perkumpulan sepakbola milik orang-orang Belanda, Soerabhaiasche Voetbal Bond (SVB), yang beranggotakan klub-klub orang-orang Belanda seperti Thor, HBS, Exelcior, Ajax, Zeemacht atau Landmacht. Tapi siapa saja tokohtokohdibalik SIVB?
Sayang tidak ada penjelasan atau cerita siapa Paijo dan siapa M Pamoedji. Benarkah mereka pendiri Persebaya? berdasarkan data yang ada kurang tepat bila Paijo dan M Pamoedji disebut sebagai pendiri Persebaya, karena terbentuknya Persebaya (SVIB) merupakan hasil dari pemikiran banyak tokoh bola pribumi Surabaya kala itu.
Pada tahun 1920-an di Surabaya mulai muncul klubklub pribumi. Klub ini muncul sebagai perlawanan karena warga pribumi tak boleh bergabung dan bermain dalam klub-klub milik orang Belanda. Mereka hanya jadi penonton saat klub Belanda bermain. Maka klub pribumi berdiri menjadi wadah bagi masyarakat pribumi Surabaya memenuhi hasratnya bermain bola.
Klub pribumi yang terbentuk kala itu adalah Selo, Maroeto, REGO, Radio KS, Olivio, Tjahaja Laoet, Al Fauz dan PS Hizboel Wathan (milik Persyarikatan Muhammadiyah). Tokoh penggerakSVIB ini di antaranya adalah Moerdiat, JA Ferdinandus, dan Milan. Klub-klub ini bermain dan berlatih di lapangan yang mereka miliki sendiri.
Karena lapangan utama di Surabaya yaitu lapangan Tambaksari hanya boleh dipergunakan bagi klub-klub Belanda yang tergabung dalam SVB. Klub Selo misalnya berlatih di lapangan Donokertokemudian pindah ke lapangan Indrapura (sekarang menjadi Rumah Sakit Kelamin). Maroeto di lapangan Sidotopo (sekarang terminal truk / cargo), REGO di lapangan Pacarkeling PJKA, Radio KS punya lapangan yang sekarang menjadi eks rumah tahanan / asrama polisi Koblen. Sedangkan klub lainnya memanfaatkan lapangan Pasar Turi sebagai tempat latihan bersama.
Sepakbola kala itu ternyata tidak bisa dilepaskan dari semangat pergerakan untuk membangkitkan kesadaran nasional di antara kaumkaum pribumi. Perlawanan terhadap penjajahan Belandatak lagi menggunakan kekuatan senjata, namun menggunakan kekuatan organisasi sebagai sarana perjuangan. Di lapangan hijau rasa kebangsaan juga mulai tumbuh. Dominasi bond (perkumpulan)SVB yang dibentuk orang-orang Belanda mempengaruhi tokoh-tokoh bola pribumi di Surabaya untuk mendirikan bond bagi kalangan pribumi.
Di beberapa daerah seperti di Jakarta, Bandung, Solo, Jogja dan Surabaya muncul inisiatif membentuk persatuan sepakbola se-Hindia Belanda. Di Solo pada 1924 lahir Comite Java Voetbal Bond (JVB) yang dipimpin RT Dr Wediodiningrat. Di Surabaya pada tahun sama muncul komite serupa dipimpin RM Bintarti dan Dr R Soerjatin. Komite ini tidak memiliki nama tapi dimaksudkan sebagai JVB cabang Surabaya yang bertugas menyiapkan bond asal Surabaya.
RM Bintarti dan Dr R Soerjatin bersama-sama tokoh bola Surabaya lainnya, yaitu Paijo, M Pamoedji, R Sanoesi, Sidik, Askaboel, Radjiman Nasoetion pada 18 Juni 1927 bersepakat dan bermufakat menyatukan klub-klub sepakbola pribumi yang ada di Surabaya dalam satu bond (perkumpulan), yaitu Soerabhaiasche Indonesische Voetbal Bond (SIVB). Paijo ditunjuksebagai ketua dan M Pamoedji sebagai bendaharanya. Inilah yang menjadi titik kelahiran Persebaya, artinya Paijo dan M Pamoedji bukan pendiri, melainkan ketua dan bendahara pertamaketika Persebaya dilahirkan.
Istilah Indonesische mulai dikenal pada 1922. Awalnya adalah Indische Vereniging, perhimpunan pelajar pribumi di Belanda pada tahun 1908. Pada September 1922, nama Indische Vereniging berubah menjadi Indonesische Vereniging. Sejak saat itu istilah “Indonesier” atau “Indonesich” tenar digunakan.
Lapangan Pasar Turi dipakai sebagai tempat bertading dan berlatih SIVB. Kostum kebesaran yang digunakan pemain SIVB adalah baju hijau dan celana putih. Beberapa nama pemain terkenalyang pernah memperkuat SIVB adalah Andowo dan Suharyono dari klub Tjahaja Laoet. Ada kiper M Nilan dari klub Olivio.
Pada masa penjajahan Jepang, klub anggota SIVB bertambah, yaitu Tjahaja Moeda, Thiong Hoa, Al Fauz, Jong Ambon (SVJA) dan Indo Belanda.
Sebelum PSSI didirikan pada 19 April 1930, pada 1-2 Oktober 1927 di Solo bertempat di gedung Studie Club berlangsung pertemuan bersejarah. Empat persatuan sepakbola yaitu SIVB (tidak diketahui siapa pengurus yang datang mewakili), Vorsterlansche Voetbal Bond (Persis Solo), Bandoengsche Indonesische Voetbal Bond (Persib Bandung) dan PS Hizboel Wathan (Jogja) membentuk dan mendirikan Indonesische Voetbal Bond (IVB).
Inilah persatuan sepakbola cikal bakal PSSI. Pengurus IVB adalah A Soeroto (ketua), Dr M Soerjatin (wakil ketua), RT Tjindarboemi (sekretaris), RM Bintarti dan Maskan (komisaris), serta R Ng Sastrohardjendro (komisaris wilayah Jawa Tengah). Kantor IVB berkedudukan di Surabaya.
IVB menggunakan lambang gulo klopo alias warna merah dan putih sebagai dasar lambang dan bertuliskan IVB ditengahnya. Untuk kostum juga sudah ditentukan, untuk tim yang mewakiliBandung seragamnya merah-putih, Solo putih-merah, Jogja putih-hitam dan Surabaya hijau-putih. Hingga kini warna Hijau menjadi warna kebesaran Persebaya.
Seiring dengan perkembangan zaman, masuknya Jepang di awal 1940-an, SIVB berubah menjadi Persibaja. Masa penjajahan Jepang ini lapangan bola mulai bertebaran di Surabaya seperti di Tambakrejo, Indrapura, Padmosusastro, Canalaan, dan lapangan Bogen. Tahun 1960-an, Persibaya berubah menjadi Persebaya.
Bisa disimpulkan bahwa pendiri Persebaya adalah klub-klub pribumi di Surabaya saat itu. Kehadiran tokohtokoh bola waktu itu adalah representasi atau mewakili klubnya masing-masing.Mereka menjadi pengurus SIVB karena posisinya sebagai pengurus / pemilik klub bola pribumi tersebut. (*)
Jusak Soenarjo, Mantan Wartawan

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*