Perang Berlanjut di Dunia Maya

Persebaya1927.org-“Perang” antara kubu pro status quo PSSI dan kubu pro reformasi PSSI terus berlanjut. Jika sebelumnya berlangsung seru di media massa, maka medan perang diperluas sampai di dunia maya.

Selama ini PSSI dan Nurdin Halid mendapatkan banyak sekali kecaman di dunia maya, mulai situs-situs berita online, jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter sampai ke forum-forum seperti Kaskus. Mayoritas suara di dunia maya mengecam Nurdin Halid dan mendukung reformasi PSSI.

Setelah langkah sponsor ISL yang terkesan mencoba membentuk opini masyarakat melalui kuis yang diiklankan di portal berita Detik.Com, sekarang kelompok FPSP (Forum Pemilik Suara PSSI) mengibarkan bendera perang di dunia maya dengan mengiklankan situs mereka, www.majupssi.com di beberapa situs dan jejaring sosial.

Seorang pengunjung Persebaya1927.org melaporkan melihat iklan mereka di situs Detik.com. Beberapa pengunjung melaporkan melihat iklan dengan warna biru di situs Kaskus.us. Semua iklan mereka mengarah ke situs www.majupssi.com.

Domain majupssi.com baru dibeli tanggal 1 Maret 2011. Jika kita mengunjungi situs www.majupssi.com tentu saja tampak artikel-artikel yang mendukung PSSI di bawah kepemimpinan Nurdin Halid, termasuk menonjolkan beberapa hal yang menurut mereka adalah prestasi PSSI di bawah kepemimpinan Nurdin Halid. Di situs mereka juga tampak akun Facebook dan Twitter.

Tentu saja hal-hal yang dianggap sebagai “dosa” Nurdin Halid bagi kelompok pro reformasi PSSI tidak akan ditemukan di situs tersebut. Situs tersebut justru mengangkat isu “stop intervensi” sebagai tagline utama mereka. Tentunya situs tersebut didukung oleh dana yang cukup besar mengingat keberadaannya yang baru sebelas hari sudah berani beriklan di situs-situs papan atas Indonesia.

Akun Facebook mereka saat artikel ini ditulis sudah disukai 12.888 orang. Sedangkan akun Twitter mereka baru memiliki 13 follower. Sebagai pembanding akun Facebook LPI saat ini disukai 37.225 orang sedangkan akun Twitter LPI saat ini memiliki hampir 40.000 follower.

Ironisnya dari 10 orang yang difollow oleh akun Twitter mereka, ada akun twitter irfanbachdim10 dan AntiNurdinHalid yang tentunya bukan di pihak mereka.

Tampaknya perang belum berakhir dan justru semakin seru karena di jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter masyarakat lebih mudah mengungkapkan kritikan-kritikan mereka. Anda tertarik ikut berkomentar?

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*