Menang Dengan Semangat Kepahlawanan

Surabaya,Persebaya1927.org-Memang tidak salah jika Surabaya dijuluki kota Pahlawan. Dengan semangat kepahlawanan yang tinggi Persebaya 1927 berhasil bangkit dari ketinggalan dua gol dan berbalik menang 3-2 melawan Jakarta FC dalam pertandingan Liga Premier Indonesia hari Minggu (10/4) di Stadion Gelora Sepuluh Nopember Tambaksari Surabaya.

Kekuatan Persebaya 1927 dalam pertandingan kali ini bisa dibilang timpang karena cederanya empat pemain inti Persebaya 1927 yaitu kiper uama Endra Prasetya,

Erol Iba, Andik Virmansyah dan I Made Wiryawan.

Jakarta FC unggul terlebih dahulu dengan gol Gustavo Hernan Ortiz pada menit ke tiga. Gol cepat tersebut tampaknya merusak konsentrasi pemain tuan rumah dan akibatnya kiper Dimas Galih melakukan blunder dalam mengantisipasi bola yang berakibat gol Rusdi Malawat pada menit kedelapan sehingga skor menjadi 0-2.

Kiper muda Persebaya 1927 yang tampil menawan di dua pertandingan sebelumnya kali ini tampil di bawah performa. Pelatih Persebaya 1927 Aji Santoso mengambil keputusan berani dengan memasukkan kiper Afrianto untuk menggantikan Galih pada menit ke-11.

Setelah pergantian kiper perlahan tapi pasti permainan Persebaya 1927 mulai meningkat. Berawal dari sepak pojok John Tarkpor yang disambut tandukan Andrew Barisic pada menit ke-17 membuat skor berubah menjadi 1-2.

Tiga menit kemudian Rendi Irawan membuat Stadion Gelora 10 Nopember bergemuruh setelah melakukan aksi individu yang menawan di kotak penalti dan menyamakan skor menjadi 2-2.

Persebaya 1927 terus menekan Jakarta FC dan dua menit sebelum babak pertama berakhir Nico Susanto berhasil membalikkan keadaan menjadi 3-2 setelah menerima umpan dari Taufiq.

Babak kedua diwarnai dengan hujan deras yang membuat kedua kesebelasan bermain monoton di tengah kondisi lapangan yang buruk. Hingga pertandingan berakhir skor tetap 3-2 untuk kemenangan tuan rumah Persebaya 1927.

Bammbang Nurdiansyah pelatih Jakarta FC berbesar hati mengakui kelebihan lawan. “Persebaya sudah pasti lebih kuat dari tim saya, tapi ternyata kami mampu memberi perlawanan. Seandainya tidak hujan, mungkin pertandingan babak kedua bisa berlangsung lebih seru,” ujar mantan pemain nasional itu. “Kita tahu diri Persebaya tim kuat. Apalagi main dikandang. Persebaya salah satu tim terbaik,” katanya kepada wartawan usai pertandingan.

n

Sementara Aji Santoso tetap bersyukur bisa menang. “Penampilan Dimas Galih hari ini menurun drastis, tapi kami bersyukur akhir masih bisa menang. Pertandingan babak pertama cukup seru dan seimbang, tapi di babak kedua tidak berjalan dengan maksimal,” ujar Aji Santoso usai pertandingan. “Saya cukup puas dengan para pemain yang mempunyai mental tanding yang luar biasa,” kata mantan kapten timnas Indonesia itu.

Dengan kemenangan ini Persebaya 1927 bertahan di posisi dua klasemen sementara Liga Premier Indonesia dengan 27 poin di bawah Persema yang menduduki posisi puncak dengan 29 poin dan di atas Semarang United yang menduduki posisi ke tiga degan 24 poin.

(bud/persebaya1927.org)

One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*