Mana Pemain Dunia untuk Persebaya 1927?

Surabaya (beritajatim.com) – Persebaya 1927 merupakan klub yang pertama kali mendaftarkan diri mengikuti Liga Primer Indonesia (LPI). Naasnya, hingga saat ini tim asuhan Aji Santoso belum mampu mendatangkan pemain asing berkualitas dan kelas dunia. Padahal tim-tim lain sudah mendapatkan eks bintang dunia, salah satunya Bandung FC dengan Lee Hendrie.

Memang cukup mengherankan. Sebagai peletak batu pertama LPI, Persebaya justru belum mampu mendatangkan pemain beken. Tim yang bermarkas di stadion Gelora 10 Nopember ini baru mendapatkan pemain-pemain kelas menengah, macam John Tarkpor, Otavio Dutra dan Michael Cvetkovski.

Padahal tim-tim lain mampu mendatangkan pemain berkualitas dunia. Sebut saja PSM. Juku Eja mampu mengikat Mantan pemain Ajax Amsterdam, Richard Knopper. Knopper adalah peraih tropi Marco Van Basten yang saat ini dikontrak PSM selama dua musim dengan bayaran Rp 3 miliar plus beberapa fasilitas, misalnya fasilitas rumah yang disertai kolam renang, dan mobil.

Yang paling menghebohkan tentuk kesuksesan mantan bintang Aston Villa, Lee Hendrie bergabung dengan klub baru, Bandung FC. Kedatangan Hendrie ke Indonesia memang paling menghebohkan. Selain menjadi pemain termahal, pemilik 1 caps di Timnas Inggris ini menjadi pemain termahal di Indonesia.

Pertanyaannya, jika sekelas Bandung FC saja mampu merekrut Hendrie, mengapa Persebaya tidak mampu? Kondisi ini juga disoroti pelatih Persebaya, Aji Santoso. “Seharusnya Persebaya dapat pemain lebih baik dari mereka. Persebaya kan motor penggerak LPI, seharusnya bisa mendapatkan di atas mereka,” kata Aji.

Hal ini juga diakui media officer LPI, Abi Hasantoso. Dikatakannya, sebagai tim besar sekaligus penggerak LPI, Persebaya 1927 sangat layak mendapatkan pemain dunia. “Memang sangat layak. Semoga Persebaya mampu mendapatkannya,” ucap Abi.

Sebenarnya, beberapa pemain berkelas sempat dibidik, mulai dari Diego Tristan hingga mantan penyerang Timnas Kosta Rika dan Manchester City, Paulo Wanchope. Namun hingga saat ini tak satupun dari keduanya yang berbaju Persebaya? Mengapa hal itu bisa terjadi? Apa kerja manajemen?

Yang lebih menggelikan, CEO Persebaya, Llano Mahardika adlaah salah satu orang yang berjasa mendatangkan Hendrie ke Indonesia. Jika Hendrie saya bisa, mengapa Llano tak mampu mendatangkan pemain bintang untuk timnya.

“Saat ini yang kita butuhkan adalah pemain asing, khususnya di lini depan dan gelandang. Bagi saya pemain itu harus berkualitas,” pinta Aji.

Menjawab hal ini, Llano menyebut telah membuat kesepakatan dengan dua striker. “Ada dua yang sudah final. Satu pemain Italia dan satunya Australia. Dua-duanya striker,” tegas Llano.[sya]

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*