Legiun Asing Memadai

OkeZone– Empat pemain asing Persebaya 1927 dianggap masih layak dipertahankan. Dengan komposisi 3+1 yang ditetapkan PSSI, Bajul Ijo tak perlu melakukan perubahan karena komposisinya sudah ideal. Kualitas legiun impor yang dimiliki juga dianggap sangat memadai.

Persebaya 1927 kini memiliki empat pemain asing, yakni Andrew Barisic, John Tarkpor, Michael Cvetkovsky dan Otavio Dutra. Andrew Barisic yang berasal dari Australia mewakili pemain dari Asia, sedangkan ketika lainnya berstatus non-Asia.

Pelatih Persebaya 1927 Aji Santoso mengatakan belum mempunyai rencana mengutak-atik formula tersebut. Sepanjang putaran pertama Liga Primer Indonesia (LPI) silam, keempatnya memberikan kontribusi maksimal dengan membawa timnya menjadi penguasa klasemen.

“Menurut saya, mereka (pemain asing) masih sangat ideal. Saya percaya keempatnya bisa bermain di level tertinggi, karena mereka sudah membuktikannya. Sejauh ini belum ada rencana mengubah komposisi yang telah ada,” tutur Aji Santoso dihubungi kemarin.

Sekaligus, komposisi yang ditetapkan PSSI untuk pemain asing diakuinya sangat ideal dan kebetulan pas dengan kondisi di Persebaya 1927. Sehingga Aji tidak merasa kerepotan untuk menyeleksi lagi pemain mana yang harus terbuang.

Dilihat dari statistik, pertahanan Bajul Ijo yang digalang Cvetkovsky dan Dutra paling alot dibanding semua kontestan LPI. Sepanjang putaran pertama yang memainkan 18 pertandingan, pertahanan hanya diterobos 13 kali dan angka itu paling kecil dibanding klub lain.

Andrew Barisic juga sangat menonjol walau agak telat mendarat di Gelora 10 November. Delapan gol diciptakannya dan menjadikan Persebaya 1927 menjadi tim tersubur di pentas LPI. “Statistik itu menunjukkan bagaimana performa mereka selama di Persebaya,” tambah Aji.

Jika ada kebutuhan yang harus ditambah, kemungkinan adalah striker lokal yang masih langka. Selama ini Aji lebih memercayakan Andik Vermansyah untuk menggenapi lini depannya, walau sebenarnya Andik sendiri lebih optimal diposisikan sebagai gelandang serang.

Terbukti saat stok pemain depan cedera, pelatih yang tengah menangani Timnas U-23 itu kalang kabut. “Akan ada evaluasi sebelum kompetisi baru nanti. Ini kesempatan kita melengkapi kekuatan karena liga selanjutnya pasti lebih berat,” pungkas Aji.
(Kukuh Setiawan/Koran SI/wei)

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*