Koreo '1927' Semangati Bangkitnya Persebaya

Surabaya (beritajatim.com) – Koreo kertas bertuliskan ‘1927’ yang dibuat Bonek di tribun utara Gelora Bung Tomo, Surabaya, Minggu (26/5/2013) menegaskan dukungan kepada Persebaya untuk bangkit melewati masa krisis.

Tulisan ‘1927’ berwarna putih dikelilingi kertas-kertas lain berwarna hijau. Dalam Liga Primer Indonesia musim lalu, koreo bertuliskan ‘WANI’ sempat terpampang di tribun timur Gelora 10 Nopember, saat Persebaya melawan Persija.

Angka ‘1927’ raksasa di tribun utara juga menyampaikan pesan kepada PSSI, bahwa Persebaya yang bertanding di Liga Primer Indonesia adalah yang didukung Bonek. Ini juga terbukti dari mengalirnya ribuan Bonek ke Gelora Bung Tomo saat melawan Persibo.

Koreo seperti ini sudah jamak dilakukan suporter-suporter di Eropa. Ini merupakan bagian dari upaya penyampaian pesan, dukungan, dan identitas klub.

Di Italia, ada banyak model koreo dengan logo klub masing-masing sebagai bentuk dukungan. Di Inggris, suporter Liverpool pernah membuat koreo bertuliskan bahasa Italia saat klub itu berhadapan dengan Juventus, pada Liga Champions beberapa tahun lalu, sebagai penyampai pesan perdamaian antardua kelompok suporter.

Di Indonesia, koreo seperti ini mulai banyak dilakukan oleh suporter. Namun masih jarang kelompok suporter membuat koreo berupa tulisan atau simbol klub. Rata-rata koreo masih berupa permainan warna-warni kertas dalam jumlah banyak.

Selain Bonek, kelompok suporter di Indonesia yang suka membuat koreo berupa tulisan adalah Brigade Curva Sud (BCS), kelompok suporter PSS Sleman di tribun selatan Stadion Maguwoharjo. Koreo yang dibuat kelompok ini cukup indah, dan mulai merambah bentuk gambar, tak hanya tulisan.

Husin, salah satu Bonek, mengaku cukup bangga dan senang bisa memberikan dukungan kepada Persebaya dengan koreo. “Susah, tapi ternyata kawan-kawan bisa,” katanya.

Tren koreo di suporter Indonesia merupakan tren positif yang kian berkembang. Setidaknya tren ini bisa menggantikan tren lagu-lagu provokatif yang hanya menimbulkan permusuhan. Di Gelora Bung Tomo, tren menyanyikan lagu-lagu provokatif terhadap suporter rival mulai tak diminati, dan Bonek mulai berkonsentrasi memberikan dukungan untuk Persebaya saja. (Wir)

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*