Kejati Tutup Penyelidikan Kasus Dana Hibah Persebaya

Proses penyelidikan Kejati Jatim atas dugaan korupsi dana hibah APBD Pemkot Surabaya tahun anggaran 2009 senilai Rp 11 miliar ke PT Persebaya Indonesia akhirnya ditutup. Dari penyelidikan, tim intelijen menyimpulkan proses itu sesuai aturan dan tak ada indikasi korupsi.

Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Jatim, Andi Herman mengungkapkan, dari proses pengumpulan data (puldata), ternyata ada aturan yang memperbolehkan dana hibah itu. Ini adalah Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No 32/2008 tentang pedoman penyusunan APBD, dimana dana hibah masih diperbolehkan, sehingga tak menyalahi aturan.

“Dana hibah itu mulai tak diperkenankan pada 2011 lalu. Makanya, puldata ini ditutup. Namun, jika ada bukti lain, tentu bisa dibuka lagi,” jelasnya kepada wartawan, Jumat (1/11/2013).

Dijelaskan, adanya dana hibah yang diberikan Pemkot Surabaya tak benar jika fokusnya diselewengkan oleh Persebaya itu. Pasalnya, setelah diterima oleh KONI Surabaya, dana itu lalu diberikan lagi kepada 41 cabang olahraga (cabor) di bawah naungan KONI, termasuk PSSI Surabaya. Barulah, dana dari PSSI didistribusikan ke Persebaya.

“Dana dari PSSI itu juga digunakan untuk membiayai kompetisi lokal dan junior, termasuk Indonesia Super League (ISL) yang diikuti Persebaya,” paparnya.

Tak adanya penyimpangan aturan, juga didukung adanya laporan dari auditor independen. Lalu oleh auditor, bantuan KONI ke cabor kemudian dilampirkan ke pertanggungjawaban PSSI Surabaya. Termasuk dengan dilampirkannya macam-macam kegiatan PSSI seperti kompetisi perserikatan, klub dan lainnya.

“Untuk penggunaannya, audit independen sudah sesuai mekanisme akuntansi. Namun, karena bendaharanya sama, maka laporan seharusnya dipisah antara PSSI dan Persebaya,” ujarnya.

Hanya saja, dia menampik perkara kasus ini dihentikan. Dia melihat kasus ini baru diselidiki atau puldata, sehingga lebih tepat ditutup. Tapi ini bisa dibuka lagi jika ada data baru pendukung yang bisa mengindikasikan ke tindak pidana korupsi.

Sebelumnya, sinyal kasus ini akan terhenti mencuat ketika Kepala Kejati Jatim, Arminsyah menguraikan kalau dari penyelidikan yang dilakukan tim intelijen, penggunaan dana hibah itu sudah sesuai dengan peruntukan. Hanya saja, untuk lebih detailnya, dia menunggu laporan finalisasi dari tim Intelijen. Tentu, dengan penggunaan dana hibah sesuai peruntukan, kasus ini tak akan dilanjutkan.

“Ini sudah sesuai peruntukan. Tapi untuk kepastian, menunggu finalisasi dari tim Intelijen,” jelasnya.

Kejati Jatim mengusut dugaan kasus korupsi Persebaya atas Surat Supervisi Kejagung RI yang diterbitkan oleh Jaksa Muda Intelejen/ Jamintel Kejagung RI nomor: R-915/D.3/Dek.4/06/2013 tertanggal 28 Juni 2013.

Adapun dana Rp 11 miliar yang diduga diselewengkan oleh pengurus Persebaya itu berawal dari dana hibah Pemkot Surabaya yang disalurkan kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Surabaya tahun 2009 sebesar Rp 28.871.672.350.

Sumber: Tribunnews.com

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*