Hanya Persebaya IPL di Situs FIFA

Jawa Pos – PERSEBAYA 1927 yang bermain di Indonesian Premier League (IPL) atau Persebaya debutan Indonesia Super League (ISL) yang asli? Polemik yang sempat meredup itu kembali mencuat dengan adanya persiapan PSSI menuju ke arah unifikasi liga 2014 mendatang. Dan kini Persebaya 1927 tidak kebagian jatah untuk mengikuti format baru IPL dari PSSI.

Faktor historis masih dikedepankan manajemen Persebaya 1927 yang dikomandani Cholid Ghoromah. Namun, keputusan dalam Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI yang diselenggarakan di Hotel Borobudur, Jakarta, 17 Maret lalu bisa mementahkan klaim Persebaya 1927. Di situ, justru Persebaya di ISL saat inilah yang asli.

’’Hanya satu yang bisa dilakukan Persebaya untuk mendapatkan kembali hak di kompetisi, yakni membuktikan semua dari aspek legal formal. Kan aspek itu yang menjadi landasan PSSI untuk menentukan keabsahan klub di kompetisi musim depan. Kami yakin merekalah yang asli,’’ ujar Managing Director PT Liga Prima Indonesia Sportindo (PT LPIS), operator yang menaungi IPL, Didied Poernawan Affandy tadi malam.

Hal senada diungkapkan CEO LPIS Widjajanto. Menurut dia, berbekal keputusan kongres, kompetisi ISL dan IPL harus diselenggarakan hingga berakhir. Kedua kompetisi itu jelas masih diakui dan berada di bawah PSSI, demikian juga dengan status keanggotaannya.

’’Coba dicek saja di situs FIFA, yang ada hanyalah Persebaya yang sekarang bermain di IPL. Dengan adanya keputusan meniadakan Persebaya ataupun Arema di dalam proses unifikasi, kami menilai ada sejumlah pihak
yang kontraproduktif dengan semangat unifikasi itu sendiri,’’ jelasnya.

Lebih lanjut, Widja berharap kompetisi IPL bisa tetap dilanjutkan. Bukan untuk kepentingan pihaknya, melainkan mendukung upaya unifikasi liga itu sendiri. ’’Seharusnya dilihat dulu sampai ada empat besarnya. Kalau tiba-tiba mencoret klub seperti ini, buat apa ada posisi empat besar itu?,’’ ujarnya. (ren/c17/ko)

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*