Gaji Tak Dibayar, Pemain Persebaya Main Tarkam

Gengsi harus dibuang jauh-jauh jika ingin asap dapur tetap mengepul. Itulah situasi yang saat ini sedang dihadapi para pemain Persebaya 1927.

Sudah sejak Desember tahun lalu, para pemain Bajul Ijo yang berlaga di kompetisi Liga Primer Indonesia (IPL) itu tak menerima gajinya secara utuh. Gaji bulan Desember 2012, Januari, Februari, Mei dan Agustus baru dibayar 50 persen. Sedangkan gaji yang tertunggak sejak Juni hingga kini belum sepeser pun dibayar klub.

Hal ini jelas membuat para pemain waswas. Status mereka sebagai pemain profesional membuat mereka hanya mengandalkan pemasukan dari sepak bola. Dengan tersendatnya gaji, para pemain terpaksa memutar otak agar bisa menafkahi keluarganya.

Beberapa pemain akhirnya rela ‘turun kasta’ dengan bermain di turnamen ‘tarkam (antarkampung)’ di Pasuruan.

“Lumayan, Mas. Bayarannya untuk menyambung hidup,” ucap seorang pemain Persebaya yang enggan disebutkan namanya.

Menurut sang pemain, ada lebih dari empat rekannya yang memutuskan terjun ke turnamen yang sama demi menafkahi keluarganya.

Resiko besar dihadapi para pemain ini. Lawan tanding mereka yang kebanyakan awam soal teknik dan peraturan sepak bola tak jarang melayangkan tekel-tekel kasar. Kondisi lapangan yang tak mendukung juga rawan mencederai mereka. Jika sudah cedera, para pemain ini bakal makin sulit mencari klub baru.

“Dari pada nggak bayaran, Mas. Mending ini ada pemasukan,” kata pemain tersebut.

Menurutnya, mayoritas pemain mulai berancang-ancang untuk meninggalkan klub saat kontrak mereka berakhir bulan ini.(beritajatim)[yob]

Sumber: Inilah.com

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*