Gagal Hadang Bonek, Massa Rusak Kereta

LAMONGAN | SURYA – Insiden penganiayaan 2 suporter LA Mania (pendukung Persela Lamongan) oleh sejumlah oknum suporter Persebaya alias bonek, tampaknya membuat sebagian warga di Lamongan marah.

Setidaknya itu terlihat dari konsentrasi massa di beberapa titik yang ingin menghadang kereta api (KA) di sepanjang rel Deket-Babat, utamanya di Stasiun Lamongan, Karanglangit, Sumlaran, Pucuk, Gembong, dan Babat, Senin (24/1) petang.

Kereta yang menjadi sasaran hadangan adalah KA dari arah barat yang ditumpangi bonek usai menonton pertandingan Persebaya melawan Tangerang Wolves FC di Tangerang.
Massa juga berusaha menghadang di sejumlah perlintasan KA. Mereka mempersiapkan batu dan pentungan, bahkan menyiapkan skenario membentangkan besi di rel jika ada KA yang tak mau berhenti di stasiun.

Aksi massa juga menghambat perjalanan pengguna jalan di Jalan Raya Babat-Lamongan. Kendaraan harus berjalan merambat, karena massa meluber hingga ke jalan raya. Di antara mereka ada yang men-sweeping bonek di bus atau truk.

Ratusan polisi dikonsentrasikan di 6 stasiun di Lamongan. Massa tetap bergerombol di jalur KA, meski polisi mengimbau agar mereka membubarkan diri.

Untuk menyisir massa di jalur KA, Polres menerjunkan dua anjing pelacak di Stasiun Lamongan. Upaya ini cukup berhasil. Massa yang semula bergerombol akhirnya berlarian ketika anjing digiring di sepanjang rel.

Polres Lamongan melalui kendali Wakapolres Kompol Tony S juga berkoordinasi dengan semua stasiun KA. Peritahnya, semua KA barang yang datang dari barat diminta menurunkan penumpang di Stasiun Sumberejo, Bojonegoro, sehingga ketika KA masuk Lamongan sudah tak ada bonek menumpang.

Polisi juga men-sweeping KA di Stasiun Babat untuk memastikan tak ada penumpang bonek. Setelah dipastikan aman, KA diperbolehkan melanjutkan perjalanan ke Surabaya. Langkah Polres ini membuat kecele massa yang sejak siang memadati perlintasan rel KA dan stasiun.

Sementara ratusan polisi yang dikonsentrasikan di stasiun-stasiun, belum diperbolehkan kembali ke markas hingga Selasa pagi. Kompol Tony S menegaskan, polisi tetap disiagakan di sepanjang rel dan stasiun.

Langkah itu diambil, karena jadwal kedatangan KA dari Jakarta/Semarang lewat Lamongan masih cukup banyak. Polres juga meminta penumpang KA barang maupun penumpang yang ada boneknya harus diturunkan di Bojonegoro atau Cepu.

Selain pengamanan di jalur KA, polisi juga disiagakan di Jalan Raya Babat–Lamongan–Gresik, lantaran kendaraan umum seperti bus, truk dan lainnya yang melewati Lamongan juga menjadi incaran massa.
Karena gagal menghadang bonek, massa marah. Dua rangkaian KA menjadi sasaran amuk massa LA-Mania. “KA Barang dan KRD rusak berat akibat dilempari LA-Mania di Lamongan,” kata Humas PT KA Daop VIII, Sri Winarto, Senin malam.

Menurut dia, massa secara membabi-buta melempari KA Barang dari Jakarta tujuan Surabaya. “Memang sebelumnya ada informasi, Bonekmania menumpang KA Barang itu dari Jakarta menuju Surabaya. Tapi, ternyata di dalam kereta tidak ada satu pun Bonek,” katanya.

Sasaran berikutnya adalah Kereta Rel Disel (KRD) Bojonegoro-Surabaya Pasar Turi. “Peristiwanya hampir sama dengan KA Barang,” katanya.

Selain itu, KA Kertajaya dari Stasiun Pasar Turi tujuan Pasar Senen Jakarta juga tertahan beberapa jam di Stasiun Babat.

“KA Kertajaya tidak berani melanjutkan perjalanan karena takut menjadi sasaran amuk massa,” katanya. n st36/ant

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*