Gaet Wanchope, Aji Santoso Justru Dilema

Aji takut kondisi Wancope yang tak cukup bugar untuk langsung terjun di kompetisi.

Sukses mendapatkan Paolo Wanchope, justru menghadirkan dilema bagi pelatih Persebaya 1927 Aji Santoso. Di satu sisi, pemegang lisensi pelatih A AFC ini bersyukur, namun di sisi lain, hadirnya Wanchope justru disambut was was.

Apakah sang pemain bisa jadi jawaban untuk masalah lini depan skuad Bajul Ijo?

“Tentu saja, saya gembira karena bisa bertemu langsung. Bahkan saya akan melatihnya. Sesuatu yang sama sekali tak pernah terbayang sebelumnya. Di sisi lain, saya juga khawatir, apakah dia cukup fit untuk langsung bermain?” aku Aji Santoso.

Diakui mantan pelatih tim sepakbola Jatim di PON 2008 ini, secara obyektif, timnya saat ini butuh pemain yang sudah jadi dan siap tampil. Maklum, kompetisi sudah berjalan. “Riskan kalau masih harus menunggu masa pemulihan (kondisi) segala. Kompetisi ini kan sudah jalan,” ujarnya.

Sebelum ini, Aji Santoso sebetulnya sudah puas dengan Emile Bertran Mbamba. Hanya saja, proses rekruitmen terhambat dengan permintaan kontrak pemain Arema ini yang cuku besar. Kabarnya, untuk satu musim di Persebaya, agen Mbamba sodorkan angka Rp 2,5 milyar. “Terlalu mahal,” cetus Aji.

Wanchope terakhir membela salah satu klub Major League Soccer (MLS), Chicago Fire. Setelah itu, pemilik 75 caps bersama timnas Kosta Rica ini tak jelas bermain di mana. Kabarnya striker 34 tahun itu kembali ke negaranya untuk membela klub lokal. “Kalau dia di sini masih butuh pemulihan kondisi bisa percuma. Kalau dia datang satu bulan yang lalu mungkin masih bisa, tapi saat ini kompetisi sudah mulai,” imbuh Aji. (gk-31)

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*