FIFA Tetap Cekal George-Arifin

JAKARTA,JPNN – Jika kelompok pendukung George Toisutta-Arifin Panigoro bersikeras menghelat kongres sendiri, Indonesia mesti bersiap menerima sanksi dari FIFA. Sebab, dari markasnya di Zurich, Swiss, kemarin (19/4), FIFA menegaskan bahwa mereka tidak akan mengubah instruksi di surat yang dirilis pada 4 April lalu.

Dalam surat tersebut dengan benderang tertulis bahwa FIFA tidak memperbolehkan empat nama yang digugurkan komite banding, yaitu Nurdin Halid, Nirwan Dermawan Bakrie, George Toisutta, dan Arifin Panigoro, untuk mencalonkan diri lagi sebagai ketua umum PSSI.

Lewat sidang komite darurat, seperti juga tertera di surat tersebut, FIFA membentuk komite normalisasi (KN) yang bertugas menyelenggarakan pemilihan berdasar electoral code FIFA dan statuta PSSI sebelum 21 Mei. Komite itu juga bertugas membawa Liga Primer Indonesia (LPI) ke dalam kendali PSSI atau dihentikan secepat mungkin.

Poin penting lain yang digariskan FIFA dalam surat itu, KN ditugasi menjalankan tugas harian PSSI dalam semangat rekonsiliasi demi kebaikan sepak bola Indonesia. Dalam surat tersebut FIFA sekaligus menyatakan bahwa KN juga bertindak sebagai komite pemilihan (KP). “Tidak ada perubahan. Seluruh petunjuknya sesuai dengan surat yang kita terima pada 4 April lalu,” kata Ketua KN Agum Gumelar ketika dihubungi koran ini tadi malam, tak lama setelah beraudiensi dengan Presiden FIFA Sepp Blatter.

Agum menyatakan sudah melaporkan semua perkembangan yang terjadi di Indonesia. Termasuk rencana pertemuan dengan pemilik suara yang akhirnya dikonversi menjadi kongres pemilihan KP dan komite banding pemilihan (KBP) pada Kamis lalu (14/4) di Hotel Sultan, Jakarta. “Hasil kongres itu akan dibahas dalam rapat (FIFA) besok (hari ini, Red). Keputusannya besok (hari ini) atau lusa (besok),” lanjut Agum.

Ketua umum PSSI periode 1999?2003 itu mengungkapkan, pertemuan dengan FIFA berjalan lebih lama dari yang direncanakan. Dalam pertemuan itu juga terjadi semacam argumentasi dan lain-lain. “Untuk putusan finalnya, FIFA minta waktu untuk rapat. Paling lambat keputusan finalnya diberikan pada 21 April,” ungkap Agum.

Untuk Liga Primer Indonesia (LPI) yang sudah diakomodasi di bawah naungan PSSI hingga musim ini berakhir, menurut Agum, FIFA bisa menerimanya. Itu berarti para pemain yang berlaga di LPI bisa memperkuat timnas.

Pertemuan di markas FIFA kemarin maju satu jam dari rencana. Sebelum berangkat, Agum mengatakan bahwa pertemuan dimulai pukul 10.30 waktu setempat. Ternyata pertemuan dimulai pukul 09.30 dengan Direktur Keanggotaan dan Pengembangan Asosiasi FIFA Thierry Regenass. Baru pada pukul 10.30?12.00 Agum bertemu Presiden FIFA Sepp Blatter.

Persoalannya, kubu pendukung George-Arifin, tampaknya, masih ngotot dengan agenda mereka sendiri. Bahkan, mereka mengatakan lebih rela melihat Indonesia dikenai sanksi daripada calon mereka digugurkan.

Kepada koran ini, salah seorang pentolan kubu 78 suara pendukung George-Arifin, Harbiansyah Hanafiah, mengatakan, kubunya tidak pernah menyiapkan calon alternatif jika George dan Arifin tetap tidak diloloskan FIFA. “Kami ini mayoritas. Memang ada wacana untuk tetap menggelar kongres sendiri. Soal sanksi, silakan saja FIFA menjatuhkan sanksi,” kata Harbiansyah yang juga ketua KP itu.

Sebelum Agum terbang ke Zurich, anggota KP Hadiyandra juga menegaskan, jika FIFA ternyata tidak bersedia mengubah keputusan sebelumnya, mayoritas pemegang hak suara akan menormalkan kondisi tersebut. “Menormalkan yang kami maksud yaitu menggerakkan kongres ini agar sesuai dengan Statuta PSSI dan FIFA. Mungkin secara vulgar kami bisa mengatakan bahwa jika keputusan ini tidak diikuti FIFA atau pelanggaran tersebut tidak diluruskan FIFA, kami tidak ragu untuk menyelenggarakan kongres tersendiri sekalipun konsekuensinya adalah sanksi. Tidak ada keraguan dari kami,” kata Hadiyandra.

Atqia Abubakar, sekretaris umum Persiraja Banda Aceh, yang menjadi wakil lain kelompok pemilik suara mengatakan, pihaknya lebih takut kepada hukum masyarakat daripada hukuman FIFA.

Sementara itu, hingga kemarin sore sudah 54 anggota PSSI yang mengembalikan formulir pencalonan. Dari jumlah tersebut, 34 di antaranya mencalokan George Toisutta menjadi ketua umum. Di daftar calon wakil ketua umum, dari 54 anggota, 32 di antaranya mengusung nama Arifin Panigoro. Total sudah ada sembilan bakal calon ketua umum dan 10 nama bakal calon wakil ketua umum.

Satu nama yang sempat membuat heboh di Kantor PSSI adalah Syarif Bastaman. Mantan ketua KP bentukan Exco PSSI era Nurdin Halid itu kemarin datang ke Kantor PSSI dengan disertai ratusan pendukungnya. Mereka menumpang lima bus dan beberapa unit mobil.

Syarif Bastaman diusung oleh tujuh klub asal Jawa Barat untuk bakal calon ketua umum PSSI. Tapi, setelah diperiksa, baru empat klub yang memenuhi persyaratan. Keempat klub tersebut adalah Persitas Kabupaten Tasikmalaya, Persikotas Kota Tasikmalaya, Persigar Kabupaten Garut, dan Persikoban Kota Banjar.

Dalam pengembalian formulir pencalonan pada kemarin siang itu, keempat klub mengajukan nama Syarif Bastaman sebagai balon ketua umum sekaligus wakil ketua umum, serta Hinca I.P. Pandjaitan sebagai anggota Exco. Hinca adalah ketua Komisi Disiplin PSSI pada kepengurusan sekarang.

“Ini adalah sebuah kehormatan buat saya. Dukungan ini menunjukkan bahwa masih banyak orang yang idealis untuk membangun sepak bola ke arah yang lebih baik,” ujar Syarif. “Jika terpilih, saya sudah mempunyai visi dan misi untuk membenahi aspek organisasi, aturan hukum dalam pelaksanaan organisasi, serta membawa sepak bola menjadi ciri khas kultur Indonesia,” ungkap pria yang juga anggota DPR dari PDIP itu.(ali/fal/c2/ttg)

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*