Dualisme Persebaya Dibahas Menpora, Minggu Depan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) memberikan perhatian khusus kepada dualisme yang terjadi di klub Persebaya Surabaya.

Minggu depan, Menpora Roy Suryo akan memanggil PSSI, BOPI, dan KOI untuk membahas dualisme di klub tersebut.

Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI pada 17 Maret 2013 sudah menyepakati konsep unifikasi liga. Pada tahun 2014 hanya ada satu kompetisi di Indonesia.

Kompetisi teratas di kompetisi Liga Indonesia berada di bawah pengelolaan PT Liga Indonesia. Sejumlah 22 klub akan berpartisipasi, 18 klub peserta kompetisi ISL dan 4 klub peserta kompetisi IPL.

Salah satu klub yang tidak masuk dalam unifikasi liga adalah Persebaya 1927. Sebab Wakil Ketua Umum PSSI, La Nyalla Mahmud Matalitti pernah mengungkapkan bahwa Persebaya yang asli adalah yang berkompetisi di Divisi Utama di bawah PT LI.

“Persebaya saat ini terbagi dua, sama-sama punya pendukung (Bonek). Bonek Persebaya 1927 ini marah, tetapi yang disalahkan Menpora,” ujar Menpora Roy Suryo saat ditemui di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Jumat (5/4/2013).

Roy Suryo menegaskan, posisi pemerintah berada di posisi yang netral. Pemerintah tidak mau merusak konstitusional PSSI yang tertuang dalam KLB.

“Saya orang yang taat azas. KLB itu adalah keputusan voters dan dihadiri FIFA, kok sekarang ada pihak-pihak menjadi terpinggirkan. Intinya saya akan memanggil mereka untuk mempertanggungjawabkan hasil kongres. Saya sih oke-oke saja disalahkan, tetapi tuduhan itu salah alamat,” tegasnya.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*