Dua Penalti Aneh Kalahkan Green Force

PALANGKARAYA,Jawa Pos – Persebaya Surabaya kembali dizalimi dalam kompetisi Indonesian Premier League (IPL) musim 2013. Ya, tim berjuluk Green Force itu baru saja dikerjai lewat sepak bola aneh dan akhirnya
kalah 2-3 (1-0) saat di jamu Persepar Palangkara di Stadion Tuah Pahoe, Palangkaraya, Sore kemarin (11/9).

Bagaimana tidak, tiga poin yang sudah berada di genggaman Persebaya lewat aksi gol cepat Andik Vermansah pada menit ke-8 dan Han Ji-ho (49’) harus lepas. Mat Halil dan kawan-kawan dipaksa pulang tanpa poin setelah Persepar berhasil membalas tiga gol lewat cara-cara yang tidak biasa.

Memang, tuan rumah sempat menyamakan kedudukan lewat gol Emile Mbamba pada menit ke-48. Hanya, dua gol tambahan Persepar lahir lewat dua kali penalti. Hadiah penalti pertama terjadi pada menit ke-75. Emile Mbamba yang menjadi eksekutor itu gagal menjalankan tugasnya. Namun, bola pantulan dari tendangan penalti itu berhasil diteruskan oleh
gelandang Persepar Bayu Pradana menjadi gol.

’’Itu bukan penalti, pemain kami tidak pernah melakukan pelanggaran. Pemain mereka yang melakukan diving; lari sendiri dan jatuh sendiri tanpa ada gerakan apa-apa dari pemain kami. Tapi, malah kami yang diberikan hu kuman penalti,’’ keluh pelatih Persebaya Fabio Oliveira atas keputusan Abdul Malik, wasit asal Samarinda.

Tidak cukup satu, Persepar kembali melakukan diving dan berujung penalti. Kali ini Antonio Teles yang ditunjuk sebagai eksekutor berhasil menjalankan tugas. Namun, yang menjadi aneh, hadiah penalti kali kedua itu terjadi saat pertandingan memasuki menit ke-122. Padahal, pengawas pertandingan hanya memberikan tambahan waktu 17 menit atau sampai menit ke-107.

’’Saat itu kami juga menyalakan stopwatch. Waktu telah memasuki menit ke-30 dan pertandingan juga belum terhenti. Anehnya, wasit langsung menghentikan per tandingan setelah mereka (Persepar) kembali mendapat penalti dan berujung gol,’’ keluh Saleh Hanifah, manajer Persebaya.

Saleh menduga, keputusan wasit memberikan tambahan waktu super itu dengan tujuan menunggu Persepar menambah gol ke gawang Persebaya. Benar, wasit pun mengakhiri pertandingan setelah dua kali diving pemain Persepar berujung hadiah penalti dan berbuah gol.

’’Ini pertandingan sangat memalukan dan jauh dari kata sportivitas. Saya tidak mau menuding siapa di balik aksi tak ber kemanusiaan ini. Tapi, saya sangat yakin bahwa pertandingan ini sudah di kondisikan agar Persebaya tidak menang,’’ keluh Saleh yang tidak tega menyaksikan sepak bola aneh di ibu kota Kalimantan Tengah itu.

Berbeda dengan Persebaya, kubu Persepar tentu saja menyatakan puas dengan hasil tersebut. ’’Kami sangat bersyukur dengan ke menangan ini. Mengenai per tandingan, memang kalau melihat kepemimpinan wasit, adayang menguntungkan dan banyak juga yang me rugikan kami,’’ ucap pelatih Persepar Eddy Simon Badawi. (dik/jpnn/c4/ko)

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*