Demi Gaji, Soler Bertahan di Surabaya

Rencana Fernando Soler untuk bergabung dengan Persiba Bantul tidak membuatnya lupa dengan haknya yang ditunggak manajemen Persebaya Surabaya. Gaji pemain asal Argentina itu belum dibayar selama sepuluh bulan. ’’Itu yang membuat saya memilih tetap berada di Surabaya. Saya akan tetap berada di kota ini sampai semua gaji saya dilunasi manajemen. Sebab, saya tidak punya banyak uang lagi untuk bisa tinggal di kota lain selain Surabaya,’’ kata Soler kemarin (29/12).

Untuk menghemat, pemain yang berposisi sebagai penyerang tersebut memilih mengontrak sebuah rumah di daerah Kenjeran, Surabaya. Sebab, biaya sewa apartemen yang disediakan manajemen sudah jatuh tempo. ’’Saya berharap awal tahun ini sudah ada kabar baru bagi kami, seluruh pemain Persebaya. Saya sendiri sudah tidak tahan lagi dengan keadaan seperti ini karena harus menanggung semua beban keluarga. Padahal, saat ini sudah tidak pernah bermain lagi,’’ ungkap Soler.

Dengan begitu, dia berharap manajemen Green Force –julukan Persebaya– bisa segera memberikan hak seluruh pemain. ’’Kami takut ada yang cuci tangan dari masalah ini. Sebab, selama ini saya sudah menghubungi semua manajemen, tetapi tidak ada yang merespons,’’ paparnya. Bukan hanya itu, karena membutuhkan banyak uang, Soler lantas melunak dan memilih merevisi nilai kontrak Rp 2 miliar yang disampaikan ke manajemen Persiba. ’’Saya tidak mau akhirnya disebut sebagai pemain mahal. Saya mau dibayar berapa pun asal bisa dapat tim dan menghidupi keluarga,’’ tuturnya.

Sebelumnya, manajemen Persebaya berjanji melunasi seluruh hak pemain jika kasus dicabutnya hak hidup Persebaya oleh PSSI yang saat ini diproses di Badan Arbitrase Olahraga Internasional (CAS) mendapat titik terang. Sayangnya, hingga kini CAS belum memberikan keputusan terkait dengan gugatan Persebaya itu. (dik/c15/ttg)

Sumber: Jawa Pos

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*