'Buying Without Watching': Aksi Bonek Dukung Persebaya

Surabaya (beritajatim.com) – Krisis finansial yang dialami Persebaya Surabaya membuat Bonek memperkuat program penggalangan dana. Salah satunya pembelian tiket pertandingan tanpa harus menonton untuk Bonek di luar Surabaya.

Husin, salah satu pengasuh laman Bonek dan Persebaya di situas jejaring sosial Facebook, mengatakan, pembelian tiket tanpa nonton (buying without watching) sudah berjalan lama. “Tapi selama ini baru berjalan informal melalui jaringan pertemanan komunitas dan tidak disosialisasikan luas,” katanya, Minggu (26/5/2013).

Salah satu kampanye gencar yang digunakan Bonek adalah ‘No Ticket No Game’. Maksudnya, tanpa penonton membeli tiket, maka Persebaya tidak akan bisa menggelar pertandingan.

Sebagian Bonek luar kota sengaja membeli tiket tanpa nonton, dan memberikan tiket itu kepada Bonek lain di Surabaya yang bisa nonton ke stadion. Ada juga tiket yang dijadikan hadiah kuis di laman-laman Bonek. “Malah ada teman yang punya posisi penting di perusahaannya membelikan tiket buat arek-arek di daerahnya,” kata Husin.

“Intinya kami mengakomodasi para bonek yang jauh atau tidak bisa hadir untuk menyaksikan laga-laga Persebaya sebagai bentuk partisipasi membantu menghidupi keuangan klub,” kata Husin.

Pembelian bisa dilakukan di masing-masing elemen Bonek, tergantung kedekatan emosional dengan sang pembeli, atau melalui ticket box atau tempat penjualan tiket resmi Persebaya. Kehadiran ticket box ini sekaligus menekan angka percaloan yang bisa merugikan klub.

Salah satu contoh elemen Green Nord, biasa menerima pembelian setidaknya 50 tiket ‘buying without watching’ dari Bonek luar kota. Mereka bisa memilih membeli tiket dengan harga ekonomi Rp 25 ribu per lembar, Utama Rp 50 ribu per lembar, atau VIP Rp 100 ribu per lembar.

Dengan krisis finansial yang dialami Persebaya, gerakan ‘buying without watching’ ini akan diperluas dan diperkuat. “Kami melakukan sosialisasi di fans page tentang cara pembelian tiket ini,” kata Husin.

Sementara itu, Andhi Mahligai, salah satu Bonek asal Magetan yang sekarang tinggal di Jogjakarta, mengaku sudah sejak dulu membeli tiket tanpa harus nonton. “Ini cuma inisiatif pribadi saya untuk mendukung Persebaya,” katanya.

Andhi mendukung penuh, jika gerakan ini diperkuat dan tak bersifat sporadis seperti selama ini terjadi. Ia setuju ticket box yang sempat mati suri dihidupkan kembali. “Bahkan kalau memungkinkan, Persebaya harus mulai menjual tiket terusan,” katanya. [wir]

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*