Bonek Demo AFC di Kuala Lumpur

Perjuangan para suporter Persebaya 1927, Bonek, untuk klubnya yang tidak diakui PSSI tidak hanya dilakukan di Surabaya. Bonek di Malaysia juga beraksi langsung ke kantor AFC di Kuala Lumpur, Malaysia, kemarin.

Kabar tersebut disampaikan langsung Aditia Gilang Ramadhani, koordinator aksi. Dia ber sama 13 rekannya merupakan beberapa pendukung Persebaya yang bekerja di Malaysia. Selain itu, ada sejumlah suporter yang datang langsung dari Indonesia.

’’Kami berjuang sama dengan rekan di Surabaya. Sebenarnya ingin kami lakukan pas Hari Pahlawan 10 November. Tapi, kan libur. Jadinya baru kemarin,’’ tuturnya melalui pesan BlackBerry.

Empat belas suporter tersebut datang dengan membawa selebaran yang bertulisan ’’Manifes to 10 November Sepak Bola Indonesia’’. Ada lima tuntutan yang ditujukan kepada otoritas sepak bola Asia tersebut.

Mengapa mereka melakukan aksi tersebut? menurut Adit, sikap PSSI cukup mengejutkan karena tiba-tiba menghentikan kompetisi dan mencoret empat klub. Padahal, lanjut dia, klubklub itu awalnya berkompetisi di
liga yang diakui AFC dan FIFA. ’’PSSI sewenang-wenang menghentikan kompetisi IPL. PSSI memutuskan diadakannya playoff dengan hanya melibatkan 10 klub, tanpa empat klub, Persebaya Surabaya, Persema
Malang, Persibo, dan Arema Malang,’’ ungkapnya.

Namun, langkah suporter di Malaysia itu tidak berjalan mulus. Mereka tak diizinkan masuk ke kantor AFC. Tapi, tuntutan mereka hampir dipenuhi saat salah seorang staf AFC keluar dan menemui wakil Bonek di
pagar yang meminta tuntutan diserahkan ke pejabat AFC. Tetapi, lanjut Adit, kemudian tiba-tiba datang tiga orang lain ke pagar dan langsung dengan keras mengatakan bahwa tindakan Bonek Malaysia tersebut ditunggangi
kelompok tertentu.

’’Kami tahu siapa di belakang kalian, Pro Duta dan IPL Group. Jika 10 menit lagi tidak pergi dari sini, kami akan panggil polisi,’’ ujar Adit menirukan pejabat AFC yang menurut dia berwajah India tersebut.

Karena tidak ingin bermasalah, mereka pun akhirnya memilih mengakhiri aksi. Kendati demikian, ungkap Adit, dirinya cukup terkejut karena AFC tiba-tiba menyebut mereka ditunggangi. Meski sudah menegaskan bahwa
dirinya independen, wakil dari AFC itu tetap mengusir mereka dan tidak memberikan kesempatan untuk menyampaikan unek-unek. (aam/c5/ko)

#OnePersebaya1927
Sumber: Jawa Pos

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*